PUSKUD UNICEF ADMIN ANEKA ILMU E-DUKASI JARDIKNAS

Sekapur Sirih

Para pengunjung blog yang budiman, masa waktu dua belas bulan dalam tahun 2008 usai sudah telah kita lewati. Tak terasa, kini kita telah memasuki masa waktu yang baru di tahun 2009. Jika kita merenungi masa pada tahun 2008, maka nampak dalam benak kita suatu pertanyaan, prestasi apa yang telah kita capai pada saat itu? idealnya, tentu pertanyaan itu akan timbul kembali pada benak kita, apa pula prestasi yang akan kita raih pada tahun 2009 ini?

Sungguh pertanyaan-pertanyaan itu mengandung nilai-nilai motivasi. Adalah suatu nilai-nilai yang tersirat didalamnya menuju pada sebuah kata kunci “perubahan“. Perubahan ini kita konotasikan dengan kemajuan dalam alam lingkungan kehidupan. Dengan demikian, sasaran akhirnya adalah bagaimana mengisi trend kondisi dinamika yang lagi berkembang. Ini berarti merangsang kita untuk menciptakan suatu gebrakan “selangkah lebih maju“ dalam fenomena kehidupan ini.

Itulah yang mengilhami cara dan gaya berpikir PUSKAPLING dan SDN 1 Tilote yang ada di Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Pada tahun ini, tepatnya pada tanggan 12 bulan Januari 2009, PUSKAPLING bersama SDN 1 Tilote telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), tentang Kerja Sama Penerapan Dan Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK).

Semangat dan itikad kedua belah pihak ini, membuktikan, bahwa wujud keberadaan PUSKAPLING adalah sebuah cermin LSM yang tidak hanya mahir dalam memainkan kritik terhadap kebijakan yang ada. Namun dihadapan pemerintah, posisi PUSKAPLING disamping sebagai lembaga sosial kontrol kebijakan Pemerintah, sekaligus menjadi bentuk keterwakilan peran masyarakat.

Bentuk keterwakilan itu, adalah suatu keterwakilan yang memiliki kemampuan peran dalam memberikan sentuhan konsep berpikir untuk maju dan berkembang. Dengan demikian, eksistensi PUSKAPLING tidak hanya menjadi lembaga sosial kontrol semata, melainkan sebagai mitra Pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, konsep berpikir ini, jelas merupakan relevansi dari sikap menuju suatu perubahan selangkah lebih maju. Yaitu suatu sikap pembentuk prilaku yang respect terhadap trend kondisi dinamika teknologi, informasi, dan komunikasi yang lagi berkembang. Inilah yang mewarnai semangat cara dan gaya berpikir pihak manajemen SDN 1 Tilote.

Manajemen SDN 1 Tilote dalam menyikapi trend kondisi dinamika teknologi, informasi, dan komunikasi yang lagi berkembang itu, telah membuka diri terhadap kehadiran PUSKAPLING. Kehadiran PUSKAPLING bagi SDN 1 Tilote, dipercayakan dan diharapkan dapat menggenjot sumber daya manusia dari para anak didiknya, khususnya dibidang penguasaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK).

Memperhatikan konsep berpikir dari PUSKAPLING dan prilaku manajemen SDN 1 Tilote yag senantiasa membuka diri itu, dapat disimpulkan inilah model kemitraan yang diharapkan dalam pendidikan. Karena hal itu merupakan nafas dari implementasi Pasal 8, 9, dan 10 sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.


SADIK GANI, SE

Information and Communication Technologi

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), begitulah terjemahan dari INFORMATION and COMMUNICATION TECHNOLOGI (ICT). Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah deretan tiga suku kata yang saat ini lagi akrab dibibir orang, khususnya di lingkungan pendidikan atau kelompok birokrasi, bahkan belakangan ini, juga termasuk golongan-golongan masyarakat tertentu.

Memahami Teknologi informasi dan komunikasi, tidak hanya menyandarkan pada pengertian tiga suku kata di atas. Tetapi lebih dari itu harus dipahami lebih dalam, mengapa tiga suku kata itu harus dipadu menyadi satu kalimat yang tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran TIK. Itu mengartikan, bahwa tiga kata dasar itu, masing-masing memiliki nilai kekuatan dan pengaruh tersendiri dalam peradaban kehidupan manusia.

Sebagai bukti yang logis dari kekuatan-kekuatan itu, yakni disadari atau tidak, bahwa aktivitas yang sedang berlangsung dilakukan manusia saat ini, pada hakikatnya adalah mengelola informasi yang diterima sebelumnya. Disadari atau tidak pula, bahwa keberadaan informasi itu sendiri lahir karena adanya komunikasi. Demikian pula terhadap komunikasi, itu dapat terjadi karena tidak lepas dari media (teknologi) sebagai alat pengantar maksud dan tujuan.

Beranjak dari pengertian-pengertian di atas, maka ICT atau TIK yang menjadi medan garapan ilmu pengetahuan dari ICT CLINIC di SDN 1 Tilote adalah; Teknologi Informasi dan Komunikasi, BUKAN “Informasi Komunikasi dan Teknologi“. Hal ini cukup beralasan, karena informasi komunikasi dan teknologi, pengertiannya adalah informasi tentang komunikasi dan informasi tentang teknologi. Dengan demikian informasi komunikasi dan teknologi, hanyalah terbatas pada pengetahuan saja, dan bukan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, sifat dari informasi komunikasi dan teknologi, mudah ditemui atau diperoleh, hanya dengan cukup nonton televisi, dengar radio, maupun baca koran saja.

Sedangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah identik dengan ilmu pengetahuan. Yaitu teknologi tentang informasi dan teknologi tentang komunikasi. Karena itu pula, teknologi informasi dan komunikasi tidak terbatas pada pengetahuan saja, tetapi justru berada pada level garapan sebuah studi “ilmu pengetahuan”. Dengan sendirinya, untuk menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi, tidak semudah kita nonton televisi, dengar radio, ataupun baca koran. Melainkan diperoleh hanya melalui teori dan praktek pendidikan tertentu saja.

Pada unsur kata Teknologi, Informasi, Komunikasi inilah, mengapa ICT Clinic harus dihadirkan ditengah-tengah para anak didik sekolah yang ada di SDN 1 Tilote. Dengan TIK ini, para anak didik akan diarahkan pada pengenalan, penguasaan, dan pembentukan peradaban teknologi yang berbudaya.

Pengenalan, penguasaan, dan pembentukan peradaban teknologi pada tingkat anak didik ini, dimaksudkan karena alasan dinamika dunia pendidikan dan kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menuju pada suatu jenjang peradaban dunia pendidikan dan kehidupan yang lebih baik, ICT SDN 1 Tilote telah memiliki “TAKTIK”. Artinya; Tidak Ada Kehidupan yang baik (peradaban), tanpa menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Muhajirin AHM

Selasa, 28 April 2009

Facebook (si wajah buku)??

Siapa yang tidak kenal dengan situs jejaring sosial ini, popularitasnya boleh dibilang sudah mengalahkan Friendster. Boleh jadi anda tadinya tidak suka dengan situs jejaring sosial semacam ini. Tetapi dengan tidak sengaja pula mungkin sekarang anda sudah menjadi anggota Facebook. Apa kelebihan Facebook dibandingkan dengan situs jejaring sosial yang lain? Kelebihan yang paling utama adalah Facebook memiliki library API (application programming interface) sehingga memungkinkan para developer untuk membuat aplikasi mini atau widget yang nantinya bisa dipasang atau digunakan di Facebook itu sendiri. Berbeda dengan Friendster yang membutuhkan waktu yang amat lama untuk mengeluarkan suatu fitur baru, library API ini memungkinkan para developer untuk berkreasi sehingga secara tidak langsung membuat Facebook makin populer dan Facebook juga sangat user friendly.

Apakah Facebook bermanfaat buat anda?
Menurut pendapat pribadi saya... sekali lagi pendapat pribadi saya ya... situs-situs jejaring sosial tidak lebih hanya membuat kita semakin narsis saja he he he sori kalo tersinggung. Banyak waktu habis terbuang hanya dengan mengupdate profil pribadi menambah teman dan lain sebagainya. Waktu kita terbuang percuma hanya dengan kegiatan seperti itu, sementara pekerjaan kita sudah banyak menumpuk. Fenomena musiman, sebelum Facebook terkenal seperti sekarang ini Friendster juga telah sukses menjadi situs jejaring sosial. Konon Facebook lebih sukses karena tidak mudah dihack dan memiliki library API seperti dijelaskan diatas.

Facebook cocok buat siapa?
Seperti sekarang ini negara kita akan menyelenggarakan pamilu Facebook sangat cocok untuk menarik massa (bagi calon presiden atau caleg) kemudian untuk public relation dan memasarkan produk atau promosi (bagi pebisnis), dan tentunya bagi mereka yang mencari kesenangan semata di dunia maya. Bagi yang belum punya jodoh atau pasangan bisa memanfaatkan situs ini. Bagaimana dengan Guru/Siswa apakah bisa memanfaatkan Facebook sebagai alat bantu mengajar? Jawabannya mungkin saja bisa tergantung bagaimana kita mengemasnya. Bukankah sudah ada situs yang khusus digunakan untuk pendidikan, misalkan saja ThinkQuest dari Oracle Foundation.

Belakangan ini Facebook memang menjadi suatu epidemi di kalangan para pengguna internet. Sebelumnya, saya mengira yang lagi menjamur adalah handphone "BlackBerry" tapi di balik itu ternyata ada fenomena yang lain yaitu handphone "BlackBerry" itu dibeli demi bisa bermain "Facebook".

Sekarang ini rasanya jadi malu-maluin kalau nggak punya account Facebook. Nggak gaul... Kuno... gaptek... nggak zaman. Sekarang zamannya Facebook. Semua harus punya mulai dari kalangan remaja, selebritis, om-om, mbak-mbak, bapak-bapak, ibu-ibu rumah tangga, kakek-nenek hingga anak-anak SD.

Cukup sekian dulu ngomongin Facebooknya!!!

Sip : Irvan Andi Wiranata

Tips Menghadapi Ujian

Berhasil atau tidaknya mengerjakan sola ujian yang kita hadapi tergantung dari kondisi fisik dan mental kita, tentunya selain kita sudah belajar dengan tekun. Jangan sampai kondisi fisik maupun mental kita dapat menjadi penghalang keberhasilan kita dalam mengerjakan soal ujian.Untuk itu kita perlu menjaga kondisi kesehatan kita menjelang ujian. Selain itu kita perlu mempersiapkan hal-hal teknis yang berhubungan dengan ujian, diharapkan hal-hal teknis tersebut tidak menggangu kita dalam mengerjakan soal ujian. Dibawah ini beberapa tips dan trik yang mudah-mudahan dapat membatu kita dalam menghadapi ujian.

1. Siapkan peralatan tulis dengan baik dan kartu ujian
Biasanya setiap ujian membutuhkan peralatan berbeda-beda. Misalkan ujian gambar berbeda denagn ujian tertulis biasa. Peralatan ujian yang biasa dibawa adalah pensil, ballpoint, kalkulator, penghapus, dan penggaris. Jangan sampai kita meminjam dari peserta lain karena dapat mengganggu orang lain bahkan kita sendiri selain itu waktu kita banyak terbuang untuk meminjam

2. Datanglah lebih awal sebelum ujian.
Dengan datang lebih awal, paling tidak kita datang 15 menit sebelum ujian dilaksanakan. Dengan dating lebih awal kita akan mempunya waktu untuk mempersiapkan mental dan fisik kita yang akhirnya akan membantu untuk lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.

3. Tenang (jangan tegang) dan tetap percaya diri.
Biasakan sebelum mengerjakan soal kita berdoa terlebih dahulu. Hilangkan kekhawatiran dan perasaan tegang dalam diri kita, fokus pada soal dan jawaban yang kita kerjakan. Jawablah soal dengan penuh percaya diri, yakin pada apa yang telah kita pelajari sebelumnya dan akan kemampuan kita sendiri.

4. Membaca Perintah Ujian
Sebelum mulai mengerjakan ujian, bacalah perintah soal ujian dengan baik dan tidak terburu-buru. Sebab seringkali perintah untuk menjawab tidak sama dengan ujian yang lainnya.

5. Cara mengerjakan soal
Bacalah soal dengan baik dan seksama dan pilihlah soal yang kita anggap mudah/bisa dengan cepat menjawabnya. Hal ini akan membantu kita mengurangi pemborosan waktu menjawab. Dalam menjawab soal pilihan ganda hindari cara menjawab menebak-nebak.

6. Baca Kembali dan Jangan Terburu-buru Meninggalkan Ruang Ujian
Coba baca ulang jawaban yang ada, siapa tahu ada beberapa jawaban yang kurang pas atau ada soal yang belum terjawab. Kemudian jangan terburu-buru keluar ruang ujian, gunakan waktu yang tersisa untuk membaca ulang soal dan jawaban yang ada.

7. Tutup dengan Doa
Kalau tadi sebelum mengerjakan soal kita awali dengan doa, maka akhiri pula dengan doa. Memohon semoga apa yang telah dikerjakan nantinya dapat memperoleh hasil yang terbaik.

Minggu, 26 April 2009

Facebook Sebabkan Mahasiswa Malas dan Bodoh

Pengguna Facebook yang masih sekolah berhati-hatilah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University, semakin sering Anda menggunakan Facebook, semakin sedikit waktu Anda belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran Anda.

Begitu tertulis dalam laporan studi yang mengambil sampel 219 mahasiswa Ohio State University tersebut. Namun penulis laporan mengatakan, laporannya hanya memperlihatkan kemungkinan hubungan antara penggunaan Facebook dan menurunnya nilai-nilai yang Anda peroleh di sekolah.

Faktanya, jika Anda pengguna Facebook, kemungkinan besar Anda selalu ingin mengetahui status yang dikabarkan oleh teman-teman Anda. Kenikmatan semangkuk baso, asyiknya irama jazz, foto-foto pesta teman-teman dekat Anda, dan pertanyaan-pertanyaan yang berharap mendapatkan komentar karena Anda ingin memastikan seseorang di jaringan pertemanan Anda sedang membaca tulisan Anda memang sangat menggoda hati dan juga menyita waktu Anda. Akhirnya, Anda mungkin terpicu untuk menulis hal-hal tak penting, membaca hal-hal sepele, dan juga berpikir secara tak cerdas.

Untunglah bukan itu yang dilaporkan oleh peneliti Ohio State University. Namun disebutkan bahwa 65% mahasiswa setiap hari mengakses Facebook minimal satu kali dan menghabiskan setidaknya satu jam di laman tersebut. Yang menarik, 79% dari pengguna Facebook merasa bahwa menggunakan laman tersebut tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan mereka. Namun yang terpengaruh adalah nilai ujian.

“Ini ibarat perbedaan antara dapat nilai A dan B,” kata Aryn Karpinski, peneliti Ohio State yang menanyai 219 mahasiswa untuk penelitiannya.

wiek

Sumber : Kompas.Com
http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/04/15/10590447/
Facebook.Sebabkan.Mahasiswa.Malas.dan.Bodoh

Rabu, 22 April 2009

Mutu Pendidikan dan Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Sebagai Media Komunikasi dalam Pendidikan

Pendidikan yang bermutu ditentukan oleh berbagai faktor. Secara teoritis menurut Purwadhi (2000) dan Nickerson (1985), salah satu unsur yang harus diperhatikan dalam mendesain proses pembelajaran yang efektiv, salah satunya adalah media pengajaran. Selain itu, proses pembelajaran juga merupakan bagian dari proses komunikasi. Dengan demikian efektivitas dan mutu pembelajaran atau pendidikan juga ditentukan oleh unsur-unsur komunikasi antaralain sumber, audience, media dan feed back.

Media komunikasi merupakan suatu alat dimana komunikator menggunakan nya untuk mengirim pesan kepada komunikan. Dalam pendidikan, media komunikasi biasanya disebut sebagai media pengajaran. Media komunikasi dalam pendidikan merupakan segala bentuk alat dan sumber belajar yang digunakan untuk membantu memperlancar proses belajar mengajar. Sumber belajar meliputi buku-buku, majalah, manusia, perpustakaan, labolatorium dan ICT seperti internet dan lain-lain.

Media pendidikan digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa (Nana Syaodih, 1996). Tanpa media pendidikan, efektifitas belajar maupun mutu pendidikan tidak akan tercapai, demikian pula dengan jika tersedia media pendidikan tetapi kita tidak memiliki kemampuan pemilihan media mana yang paling efektif dan efisien maka efektifitas pembelajaran pun tidak dapat tercapai.Sementara itu, Winn (1996) menambahkan ada tiga peranan media dalam pendidikan,
1) media pembelajaran yang dalam hal ini berfungsi sebagai penyampaian pesan khusus, 2) sebagai pembentuk lingkaran perantara dimana media membantu siswa melakukan eksplorasi dan membentuk pemahaman suatu pengetahuan, dan
3) mengembangkan kemampuan kognitif, dinama media dipergunakan sebagai model atau perluasan mental kemampuanBerbagai hasil penelitian menunjukan bahwa media yang paling efektif digunakan untuk mencapai mutu pendidikan dalam memasuki ere globalisasi sekarang ini adalah dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT.

ITC adalah istilah umum yang mengacu pada teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengedit, mendapatkan informasi dalam berbagai bentuk (SER, 1977dalam Nurdin Ibrahim).Ada lima perspektif yang bisa dilihat dalam peranan ICT dalam perannya sebagai media pembelajaran (Clark, 1996 dalam Ebersole, 2000), yaitu:
1) media sebagai teknologi,
2) media sebagai alat atau tutor atau guru,
3) media sebagai agen sosialisasi,
4). Media sebagai motivator untuk belajar, dam
5) Media sebagai alat mental untuk berpikir dan memecahkan masalah.

Selasa, 21 April 2009

Mahasiswa ITB Kembangkan Game Edukasi Anak SD

Kolaborasi antara mahasiswa Teknik Informatika dengan Seni Rupa ITB menghasilkan sebuah game edukasi bernama Akademi Ekspress. Game tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak usia sekolah dasar belajar sambil bermain.

Game ini menceritakan kehidupan di sekolah dengan tokoh seorang anak SD. Di sekolah tersebut, terdapat beberapa mini game yang harus dimainkan di setiap kelas yang dimasuki oleh anak tadi.

Akademi Ekspress ini menggunakan framework Playfirst SDK yang didapat secara asli atas hasil dukungan dari Microsoft. Pengkodean game menggunakan Microsoft Visual Studio dengan bahasa pemrograman C++.

Pengerjaan game yang memakan waktu efektif sekitar 2 bulan melibatkan 4 orang mahasiswa Teknik Informatika ITB yaitu Andrew Pratomo, Shieny Aprilia, Umi Fadilah, dan Indra Soaloon yang berperan sebagai developer dan interface designer. Sementara ide cerita dan story board dikerjakan oleh Priscilla Irene dan Yuri dari Fakultas Desain dan Seni Rupa ITB.

"Ide cerita memang berawal dari ingin bikin game yang menyenangkan untuk dimainkan, seperti game-game big fish. Kebetulan game tentang anak sekolah sepertinya belum ada. Maka jadilah game ini," jelas Umi, mahasiswa Teknik Informatika 2005, salah satu kreator game.(WAH)

Sumber :

WWW.ITB.AC.ID

http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/04/13/15372959/Mahasiswa.ITB.Kembangkan.Game.Edukasi.Anak.SD

Senin, 20 April 2009

Pengguna Internet di Indonesia Meningkat

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi informasi yang berlangsung cepat. Managing Partner Asia Public Relation (PR), Silih Agung Wasesa di Semarang, Selasa mengatakan berdasarkan perhitungan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta pengguna internet.

"Peningkatan pengguna internet terus meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya," kata Silih saat menjadi pembicara dalam talkshow "Kompetensi Profesional Komunikasi di Era Kekuasaan Media Baru" di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Kenaikan tersebut, katanya, disebabkan adanya kemudahan dalam mengendalikan informasi yang berada di tangan publik. Dengan internet, mereka dapat berinteraksi secara bebas dan membentuk komunitas hanya dengan menekan tombol "enter".

Dengan cara tersebut, lanjutnya, akan melahirkan koneksi antar individu yang semakin membuat percaya diri serta mengurangi tingkat stress seseorang. Sebab, rasa percaya diri mudah terbangun dalam konteks sosial secara personal. "Berbeda dengan kontak sosial," katanya.

Ia mengatakan, pengguna yang memanfaatkan internet di kafe atau warung internet (warnet) paling tinggi, yaitu sebesar 60 persen.

Sedangkan pengguna yang memanfaatkan internet di kantor sebesar 20,4 persen, di kampus dan sekolah 10 persen, dan pengguna internet di rumah hanya sebesar 0,4 persen, kata Silih.

"Setiap pengguna rata-rata dapat menghabiskan waktu 1-2 jam per hari dalam menggunakan internet," katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan pengguna internet juga dicerminkan data dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) bahwa pertumbuhan pengguna situs yang berakhiran ".id" tumbuh sekitar 53 persen per tahun dalam kurun waktu antara tahun 1998-2006.

"Pada tahun 2008 tercatat ada lebih dari 70 ribu situs, sementara tahun 2009 diperkirakan ada tambahan lima ribu pengguna baru," katanya.

Silih menambahkan, jumlah "blogger" (pengguna `blog` di internet) di Indonesia juga mengalami peningkatan. " Semula, jumlah `blogger` tahun 2007 hanya berjumlah 130.000 orang, kemudian tahun 2008 menjadi 600 ribu `blogger`, dan meningkat menjadi 1.2 juta `blogger` pada tahun 2009," katanya.(*) Semarang (ANTARA News)

Sumber : Portal Nasional RI

Jumat, 17 April 2009

Tips Cepat Menguasai materi Pelatihan



Belajar cepat

Seorang fasilitator dituntut untuk selalu siap menyajikan materi terbaru yang sedang in dalam setiap kesempatan. Bahkan sering juga pada saat-saat tertentu seorang fasilitator dituntut untuk menyajikan materi yang relatif baru dengan tenggang waktu yang sangat singkat. Bagaimana seorang fasilitator dapat menguasai materi yang banyak dalam waktu yang sangat singkat? Misalnya malam diberi sebuah materi, dan pada pagi harinya harus disajikan dalam pelatihan.


Ada beberapa cara cepat seorang fasilitator untuk dapat menguasai materi dalam waktu yang singkat: Scanning, yaitu teknik membaca cepat seperti membaca koran. Biasanya untuk materi-materi yang tidak terlalu asing dan sudah pernah dikenal. Seorang fasilitator dapat mempelajari materi yang mempunyai ciri-ciri demikian dapat membaca materi denga cara membaca cepat secara sekilas saja. Nah Pada bagian-bagian tertentu yang dirasakan kurang di pahami oleh fasilitator perlu cermati lebih dalam.


Focus to goal, yaitu seorang fasilitator karena keterbatasan waktu tidak membaca materi pelatihan secara menyeluruh. Dia memfokuskan perhatiannya pada tujuan yang ingin dicapai pada sesi yang akan dia bawakan. Setelah dia memahami benar-benar tujuan dari sesi yang akan dilatihkan, kemudian fasilitator cukup membaca pointer-pointer dari seluruh materi tersebut dan menulisnya di slide atau power point. Model ini sangat dimungkinkan fasilitator tidak secara persis menyajikan materi pelatihan yang telah diberikan. Bahkan sangat dimungkinkan dia melakukan pengembangan materi atau variasi materi. Namun demikian ia akan tetap berfokus untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Concep mapping, yaitu fasilitator melakukan pemetaan konsep bisa dengan model pokok-pokok pikiran, model jaring laba-laba atau atau model pohon faktor.


a) Model pokok-pokok pikiran adalah model sebagaimana orang akan membuat sebuah karangan. Pertama yang dilakukan adalah menuliskan tema-nya apa, kemudian dia akan menuliskan subtema-subtema atau pokok-pokok pikiran berikutnya.


b) Model jaring laba-laba sebenarnya hampir sama dengan pemetaan tema sebagaimana yang terjadi pada persiapan pembelajaran tematik. Jadi tema ditulis di tengah kemudian kita tarik dengan garis-garis lurus disekeliling tema tersebut dengan hal-hal yang berkaitan dengan tema yang bersangkutan seperti jaring laba-laba.


c) Model pohon faktor adalah hampir sama dengan implementasi pengerjaan matematika pada FPB dan KPK dengan penyelesaian pohon faktor.


Privat singkat

Barangkali ini yang paling cepat dilakukan. Seorang fasilitator dapat belajar singkat dengan sesama fasilitator yang lebih memahami materi terhadap tertentu. Dia dapat belajar tentang teknik penyajian, langkah-langkah dan substansi materi yang akan disajikan. Buying and selling, yaitu teknik belajar yang paling sering dilakukan oleh guru pada awalnya. Teknik ini dilakukan dengan cara fasilitator belajar sedikit dan langsung diajarkan kepada orang lain, sehingga ibarat orang jual beli, fasilitator membeli sedikit lalu segera jual sebelum berkurang. Ini sangat efektif untuk materi yang banyak dan benar-benar baru.


Kita bisa melakukan dengan cara yang lebih simpel, misalnya kita mempelajari sedikit lalu kita simulasikan kepada teman-teman lain. Nah setelah selesai segera minta masukan dari mereka. Setelah mendapat masukan dan segera kita perbaiki, kemudian kita pelajari lagi bagian berikutnya dan segera ajarkan kepada yang lain demikian seterusnya. Saya menyadari dalam tulisan ini terdapat hal-hal yang belum cukup jelas untuk bisa dipahami. Oleh karena itu saya siap membantu para pembaca jika ada pertanyaan terhadap hal-hal yang dirasakan belum cukup jelas.


By : sunartombs from ApaKabar PSBG


Silabus Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sekolah Dasar

Download Prediksi Soal Ujian Akhir Nasional (UAN) SD di Internet

Artikel singkat ini tentu saja akan berguna bagi para guru Sekolah Dasar (SD) yang sibuk mempersiapkan para siswanya menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Redaksi berkesempatan mengumpulkan link download soal-soal Ujian Akhir Nasional SD dari beberapa sumber, diantaranya dari Lembaga Bimbingan Belajar SSC (Sony Sugema College) dan beberapa sumber yang lain. Berikut ini daftar link download tersebut :

Terima kasih kepada semua pihak yang telah bersusah payah meng-upload file tersebut ke Internet. Semoga bermanfaat!

Belajar Bahasa Inggris Online

With the advance of information and technology, especially internet, the access to study English is open online widely. This is very helpful to develop our English competency. There are many internet sites providing English learning pages, and many of them are free of charges. Some sites that I collected from various sources.

Dengan kemajuan IT sekarang ini, terbuka dengan sangat lebar bagi kita untuk belajar bahasa Inggris secara on-line. Ini sangat membantu kita meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita. Terdapat banyak sekali situs situs yang menyediakan halaman-halaman pembelajaran bahasa Inggris, dan tidak sedikit diantaranya gratis.

silahkan klik link berikut ini :

ESL go Bell English Online English @ home English for Free ENGLISHonline.net Self-Study Quizzes for ESL Students (English Tests) ESL PartyLand–quiz center English Language Quizzes - UsingEnglish.com ESL test: English Grammar Tenses / Esl quiz Super Quiz Machine for ESL Students (English Test) ESL Quizzes,grammar quiz, ESL grammar quiz,Upper Intermediate … Irregular Verbs - Spelling Quiz E. L. Easton - English - Exercises, Quizzes, Tests English Grammar for ESL Learners Grammar Activities (Ohio ESL) ESL - English Exercises and Quizzes English Grammar: Present Continuous Tense Quiz EnglishClub.com) English as a Second Language - Tenses Quiz English Language Quizzes - UsingEnglish.com ESL test: English Grammar Tenses / Esl quiz Learn English English Exercises Online! (by Lilliam Hurst) O N L I N E E X E R C I S E S - Grammar English Grammar Exercises Business English Lessons English Exercise - English Exercises E. L. Easton - English - Exercises, Quizzes, Tests

Tenses Quiz From English Page dot com

  1. Verb Tense Exercise 1 Simple Present and Present Continuous
  2. Verb Tense Exercise 2 Simple Present and Present Continuous
  3. Verb Tense Exercise 3 Simple Past and Past Continuous
  4. Verb Tense Exercise 4 Simple Past and Past Continuous
  5. Verb Tense Exercise 5 Simple Past and Present Perfect
  6. Verb Tense Exercise 6 Simple Past and Present Perfect
  7. Verb Tense Exercise 7 Present Perfect and Present Perfect Continuous
  8. Verb Tense Exercise 8 Present Perfect and Present Perfect Continuous
  9. Verb Tense Exercise 9 Present Continuous and Present Perfect Continuous
  10. Verb Tense Exercise 10 Present Continuous and Present Perfect Continuous
  11. Verb Tense Exercise 11 Simple Past and Past Perfect
  12. Verb Tense Exercise 12 Simple Past, Present Perfect, and Past Perfect
  13. Verb Tense Exercise 13 Past Perfect and Past Perfect Continuous
  14. Verb Tense Exercise 14 Present Perfect, Past Perfect, Present Perfect Continuous,
  15. Verb Tense Exercise 15 Tenses with durations
  16. Verb Tense Exercise 16 Present and Past Tenses with Non-Continuous Verbs
  17. Verb Tense Exercise 17 Present and Past Tense Review
  18. Verb Tense Exercise 18 Will and Be Going to
  19. Verb Tense Exercise 19 Will and Be Going to
  20. Verb Tense Exercise 20 Will and Be Going to
  21. Verb Tense Exercise 21 Simple Present and Simple Future
  22. Verb Tense Exercise 22 Simple Present and Simple Future
  23. Verb Tense Exercise 23 Simple Future and Future Continuous
  24. Verb Tense Exercise 24 Simple Present, Simple Future, Present Continuous, and Future Continuous
  25. Verb Tense Exercise 25 Future Perfect and Future Perfect Continuous
  26. Verb Tense Exercise 26 Future Perfect and Future Perfect Continuous
  27. Verb Tense Exercise 27 Future Perfect and Future Perfect Continuous
  28. Verb Tense Exercise 28 Future Perfect and Future Perfect Continuous
  29. Verb Tense Final Test Cumulative Verb Tense Review
  30. Verb Tense Practice Test Cumulative Verb Tense Review
  31. Verb Tense Exercise 1
  32. Verb Tense Exercise 2
  33. Verb Tense Exercise 3
  34. Verb Tense Exercise 4
  35. Verb Tense Exercise 5
  36. Verb Tense Exercise 6
  37. Verb Tense Exercise 7
  38. Verb Tense Exercise 8
  39. Verb Tense Exercise 9
  40. Verb Tense Exercise 10
  41. Verb Tense Exercise 11
  42. Verb Tense Exercise 12
  43. Verb Tense Exercise 13
  44. Verb Tense Exercise 14
  45. Verb Tense Exercise 15
  46. Verb Tense Exercise 16
  47. Verb Tense Exercise 17
  48. Verb Tense Exercise 18
  49. Verb Tense Exercise 19
  50. Verb Tense Exercise 20
  51. Verb Tense Exercise 21
  52. Verb Tense Exercise 22
  53. Verb Tense Exercise 23
  54. Verb Tense Exercise 24
  55. Verb Tense Exercise 25
  56. Verb Tense Exercise 26
  57. Verb Tense Exercise 27
  58. Verb Tense Exercise 28
  59. Verb Tense Final Test
  60. Verb Tense Practice Test

Open Source Popular:

Slackware Linux 12.2
Slackware Linux 12.2
Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex
Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex
Mandiva Linux 2009.0
Mandiva Linux 2009.0
CentOS 5.2
CentOS 5.2
Gentoo 2008.0R1 'It's got what plants crave'
Gentoo 2008.0R1 'It's got what plants crave'
openSUSE 11.1
openSUSE 11.1
Fedora 10 'Cambridge'
Fedora 10 'Cambridge'
Debian GNU/Linux 4.0 'Etch'
Debian GNU/Linux  4.0 'Etch'
FreeBSD 7.1 Release
FreeBSD 7.1 Release
Sabayon Linux 4r1
Sabayon Linux 4r1
PCLinuxOS 2007 Live/Install-CD
PCLinuxOS 2007 Live/Install-CD
Kubuntu 8.10 Intrepid IBex
Kubuntu 8.10 Intrepid IBex

Most Read Article